Tips Mengenali Alergi Susu Sapi pada Buah Hati

  • Whatsapp

Sumbumedia.com – Susu sapi merupakan salah satu nutrisi tambahan yang kerap diberikan pada anak. Sayangnya tidak semua anak cocok mengkonsumsi susu sapi. Berikut beberapa tips mengenali gejala alergi susu sapi pada buah hati Anda.

Alergi merupakan reaksi hipersensitivitas pada tubuh yang dicetuskan melalui reaksi imunologi. Reaksi hipersensitivitas merupakan sebutan untuk gejala klinis akibat paparan zat tertentu, dimana pada anak normal paparan tersebut tidak menimbulkan gejala apapun. Dalam hal ini zat yang dimaksud tidak lain adalah protein susu sapi.

Read More

Kondisi alergi pada susu sapi dapat disebabkan karena beragam faktor. Yang pertama adalah faktor genetik. Perlu diketahui bahwasanya sekitar 40% bayi yang terlahir dari ibu penderita alergi akan mengalami kondisi serupa di kemudian hari.

Alergi juga dapat disebabkan karena paparan alergen atau zat yang dapat memunculkan kondisi alergi. Bahan ini tidak hanya yang dimakan oleh bayi saja, namun juga yang dimakan oleh ibu yang sedang menyusui. Selain itu beberapa kondisi seperti polusi udara, asap rokok, binatang peliharaan dan cuaca juga dapat berkontribusi.

Dan menurut hasil penelitian, rentang usia alergi susu sapi dilaporkan akan berkurang hingga tinggal 30-40% pada usia 12 tahun dan akan berkurang hingga sebesar 5% saja pada usia 3 tahun. Seperti penyakit lainnya, alergi susu sapi juga memperlihatkan gejala klinis pada anak.

Beberapa diantaranya diperlihatkan dengan kondisi pilek dan batuk yang terjadi secara berulang, muntah-muntah, sakit perut berulang, kulit kemerahan, biduran atau diare yang dapat disertai dengan darah.

Namun pada reaksi yang berat, alergi juga dapat memperlihatkan reaksi bengkak pada beberapa bagian tubuh seperti pada mata atau telinga. Bila Anda menemukan reaksi tersebut pada buah hati yang disertai dengan riwayat alergi dalam keluarga, maka ada kemungkinan bahwa anak tersebut menderita reaksi alergi.

Untuk pemilihan susu pengganti protein susu sapi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter anak yang dipercaya. Setelah menggunakan susu pengganti, pastikan Anda memperhatikan gejala klinis yang terjadi pada anak secara ketat.

Terkait dengan hal ini, pencegahan paling baik yang dapat dilakukan oleh ibu adalah pemberian air susu ibu (ASI) esklusif sampai berusia 2 tahun. Selain itu usahakan untuk mengendalikan lingkungan sekitar seperti menghindarkan anak dari paparan asap rokok, hewan peliharaan ataupun perabotan rumah tangga yang mudah menyerap kotoran seperti karpet.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *