Rahasia Sehat Ala Orang Jepang

  • Whatsapp

Selain negeri sakura, Jepang juga dijuluki food utopia karena mudahnya menemukan berbagai jenis makanan di sana. Orang Jepang juga terkenal suka makan. Tetapi bagaimana mereka bisa tetap langsing dan sehat? Penasaran? Simak ulasan berikut.

Jika Anda penggemar, atau mungkin pernah menyaksikan kartun maupun drama Jepang, tentu Anda pernah melihat tata cara makan ala negeri tersebut. Meja makan di Jepang selalu tampak penuh dengan menu beragam. Meski variatif, sebenarnya sajian utama makanan di Jepang terdiri atas nasi, ikan, sayur, kedelai, serta buah.

Read More

Seperti di Indonesia, nasi juga merupakan makanan penting di Jepang. Sejak zaman dahulu, orang Jepang suka menyantap beras merah. Seiring berlalunya waktu mereka beralih ke nasi putih. Namun, akhir-akhir ini trend makan nasi merah kembeli berlaku di negeri sakura. Makanan pokok yang sehat dan kaya serat tersebut semakin mudah dijumpai di restoran serta toko-toko bahan makanan.

Masyarakat Jepang sangat menyukai sayuran. Favorit mereka adalah brokoli, kol, tauge, dan tentu saja, rumput laut. Daging merupakan lauk yang jarang dikonsumsi di negeri sakura. Penduduknya lebih senang menyantap ikan dan kedelai. Kebiasaan inilah yang membuat mereka terhindar dari ancaman lemak jenuh. Bahan makanan seperti susu, keju, mentega, serta pasta juga kadang disajikan tetapi tidak dalam jumlah yang besar.

Dengan jenis makanan yang beraneka ragam bagaimana orang Jepang tetap langsing? Jawabannya adalah porsi makan yang sedikit. Anda tidak akan menemukan piring lebar ketika bersantap ala Jepang. Masyarakat negeri samurai lebih senang menggunakan mangkok atau piring kecil. Mereka juga makan dengan perlahan-lahan. Bagi mereka setiap suap makanan harus dinikmati. Orang Jepang juga gemar mengkonsumsi buah segar dan teh hijau usai bersantap.

Hidangan khas Jepang juga termasuk makanan yang ringan. Daripada menggoreng atau memanggang, masakan Jepang lebih banyak dibuat dengan cara dikukus, direbus, ditumis, serta dipanggang dalam wajan bergelombang. Masyarakat negeri matahari terbit juga lebih suka menambahkan kanola atau dashi (kaldu dari ikan dan tumbuhan laut) dibanding mentega atau lemak hewani lain. Orang Jepang juga tidak banyak memakai banyak bumbu, krim, serta saus. Mereka lebih mengutamakan keindahan warna serta rasa asli bahan masakan.

Dalam budaya Jepang, sarapan merupakan hal yang penting. Bahkan porsinya lebih banyak dibanding porsi makan siang. Menu sarapan tradisional biasanya terdiri atas semangkuk nasi, sup miso dengan tahu dan bawang bombai, nori atau rumput laut, sedikit omelet atau sepotong ikan panggang, serta teh hijau. Selain memberi energi dan nutrisi yang cukup, sarapan juga menjadi pencegah untuk makan siang berlebih.

Sebagian dari kita mungkin takut ngemil. Orang Jepang justru sebaliknya. Mereka suka mengudap makanan kecil. Mereka gemar makan cokelat, pastry, es krim, cracker beras, dan kue kacang merah. Seperti halnya makanan utama, masyarakat Asia Timur tersebut juga menyantap kudapan mereka dalam porsi kecil. Kue-kue di Jepang juga dikemas dalam ukuran kecil (3 sentimeter persegi).

Kebiasaan lain masyarakat Jepang yang juga patut ditiru adalah berjalan kaki. Bagi mereka, memiliki mobil pribadi justru akan menguras biaya tinggi. Mereka lebih memilih berjalan kaki dari stasiun kereta ke tempat tujuan. Selain hemat dan ramah lingkungan, kalori di tubuh merekapun terbakar maksimal. Berdasarkan penelitian, kebiasaan berjalan kaki sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes militus tipe 2, menjaga berat badan, serta meningkatkan mood dan stamina.

Pola hidup serta kebiasaan orang Jepang juga terbukti membuat mereka memiliki umur harapan hidup terpanjang di dunia (wanita 86 tahun dan pria 79 tahun). Anda tertarik mencobanya?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *