10 Pedoman Membentuk Kebiasaan Hidup Sehat

  • Whatsapp

Makanan sangat penting agar tubuh dapat beraktifitas dengan baik. Tetapi belakangan gaya hidup modern justru membuat sebagian orang memiliki kebiasaan makan yang tidak sehat. Buruknya kebiasaan makan secara otomatis akan berpengaruh pada pola hidup yang tidak sehat.

Read More

10 pedoman untuk membentuk pola hidup sehat

Yang pertama, utamakan konsumsi biji-bijian dan makanan nabati. Biji-bijian, buah, serta sayur dianggap sebagai makanan yang sehat. Teori ini didukung oleh The U.S. Dietary Guidelines. Biji-bijian dan makanan nabati kaya nutrisi yang dapat melindungi tubuh dari penyakit. Makanan non-hewani juga rendah kalori dan bebas kolesterol.

Kedua, usahakan menjaga berat badan agar tetap sehat. Anda dapat mengkonsumsi makanan berkalori rendah misalnya buah-buahan dan sayur. Hindari makan dengan tergesa-gesa dan dalam jumlah berlebih. Selain itu jauhkan es krim, cheese cake, soda pop, fruit punch, serta makanan cepat saji dari daftar menu Anda. Anda juga perlu memeriksa body index mass dan lingkar pinggang secara rutin. BMI ideal adalah ≤ 25, sedangkan lingkar pinggang yang sehat yaitu < 32” untuk wanita dan < 37 untuk laki-laki (1” = 2,54 cm).

Ketiga, lakukan aktivitas fisik secara rutin. Dalam sehari setidaknya Anda perlu meluangkan 30-60 menit untuk melatih fisik. Aktivitas fisik menyeimbangkan asupan kalori serta membantu menjaga berat badan ideal. Anda tidak harus mengunjungi pusat kebugaran. Anda dapat melakukan latihan sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, aerobik, hingga berkebun.

Keempat, konsumsi selalu buah dan sayur. Kedua jenis makanan tersebut sangat baik untuk kesehatan tubuh. Selain bermanfaat, aneka buah dan sayur juga kaya rasa sehingga tidak menimbulkan kebosanan. Selain dikonsumsi langsung, Anda dapat mengkreasikan buah dan sayur menjadi salad segar atau jus.

Pedoman kelima adalah gunakan lemak sehat. Ada empat jenis lemak yang baik untuk tubuh yaitu minyak nabati yang tidak terhidrogenasi (minyak kanola, zaitun, kedelai, dan jagung), margarin bebas lemak, asam lemak n-3 (terdapat pada kenari dan kedelai), serta kandungan lemak tak jenuh pada makanan tertentu (alpukat dan kacang-kacangan).

Keenam, konsumsi aneka biji-bijian seperti gandum, beras merah, oatmeal, atau whole-grains lain dalam bentuk utuh. Hal tersebut dapat menurunkan resiko serangan jantung, diabetes, stroke, serta beberapa tipe kanker.

Tujuh, konsumsi kacang-kacangan sebagai sumber protein harian. Selain kaya protein, kacang-kacangan juga kaya serta dan mengandung lemak sehat.

Delapan, pilih sumber protein dari makanan yang sehat. Selain kacang-kacangan, Anda dapat memilih tahu, tempe, daging unggas tanpa kulit, atau ikan sebagai pengganti daging merah. Makanan-makanan tersebut rendah kolesterol dan mengandung lemak tak jenuh.

Sembilan, batasi susu atau produk susu dengan kadar lemak tinggi. Hindari mentega, krim, atau keju tinggi lemak. Sebaliknya, gunakan produk susu yang rendah lemak. Anda juga dapat memilih susu kedelai sebagai alternatif.

Terakhir, pilih sumber karbohidrat yang sehat dan kaya serat. Batasi konsumsi sumber karbohidrat yang memiliki indeks glikemik tinggi seperti nasi putih, roti putih, dan kentang. Kurangi juga konsumsi makanan manis misalnya permen dan minuman bersoda. Aneka bahan makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah sehingga memicu diabetes, obesitas, dan penyakit jantung.

Selain sepuluh pedoman di atas, biasakan juga untuk mengkonsumsi air putih. Batasi juga jumlah asupan garam. Jumlah garam ideal adalah 2400 mg per hari. Usahakan juga untuk selalu sarapan dan selalu makan teratur. Penuhi juga kebutuhan nutrisi harian sesuai usia dan aktivitas. Untuk mengetahui jumlah nutrisi harian, Anda dapat berkonsultasi pada dokter atau membaca grafik kebutuhan gizi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *